Selasa, 04 September 2012

RPP Sistem Ekskresi


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah                         :  SMA Negeri 1 Banda Aceh
Mata Pelajaran                        :  IPA (Biologi)
Kelas/Semester                        :  XI/2
Pertemuan Ke-                        : 34 - 36
Alokasi Waktu                        :  6 x 45 menit (6 jam pelajaran)
Standar Kompetensi               :  3.   Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan  tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.
Kompetensi Dasar                   : 3.5 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit  yang dapat terjadi pada sistem ekskresi pada manusia dan hewan.
Indikator                                :  1.   Membedakan pengertian ekskresi, sekresi, dan defekasi.
2. Mengidentifikasikan struktur, fungsi dan proses dalam sistem ekskresi manusia.
3.   Mengaitkan struktur, fungsi dan proses dalam sistem ekskresi manusia.
4.   Mengidentifikasi penyakit/gangguan pada alat ekskresi manusia.
5.   Mengidentifikasi alat ekskresi pada hewan.






I.         Tujuan Pembelajaran
A.       Siswa mampu membedakan pengertian ekskresi, sekresi, dan defekasi.
B.       Siswa mampu mengidentifikasikan struktur dan fungsi alat-alat ekskresi.
C.       Siswa mampu membedakan struktur dan fungsi alat-alat ekskresi.
D.       Siswa mampu menggambar struktur ginjal dan menjelaskan proses pembentukan urine.
E.        Siswa mampu mendeskripsikan struktur dan fungsi hati sebagai alat ekskresi.
F.        Siswa mampu mendeskripsikan struktur dan fungsi paru-paru sebagai alat ekskresi.
G.       Siswa mampu mendeskripsikan struktur dan fungsi kulit sebagai alat ekskresi.
H.       Siswa mampu mengidentifikasi penyakit/gangguan pada alat ekskresi manusia.
I.          Siswa mampu mengidentifikasi alat ekskresi pada hewan.


II.      Materi Ajar
Proses pengeluaran zat pada manusia dibedakan menjadi 3 yaitu: defekasi, sekresi, dan ekskresi. Ekskresi adalah pengeluaran zat sisa yang tidak dipakai atau tidak berguna lagi bagi tubuh bersama urin, keringatdan pernapasan. Defekasi adalah proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan berupa tinja (feses) yang dikeluarkan melalui anus. Sekresi adalah proses pengeluaran getah oleh kelenjar yang berguna bagi tubuh. Getah tersebut umumnya mengandung enzim atau hormon.
1.    Ginjal (Ren),
     Ginjal pada manusia jumlahnya satu pasang, berbentuk seperti kacang merah dengan warna merah tua keungu-unguan, panjangnya kira-kira 10 cm, terletak di dalam rongga perut sebelah kiri dan sebelah kanan ruas-ruas tulang belakang. Adapun bagian-bagian ginjal yaitu
1. Korteks, mengandung jutaan unit penyaring darah (nefron)dan setiap nefron terdiri dari badan malpighi yang tersusun dari glomerulus dan simpai bowman.
2.    Medula, mengandung tubulus yang bermuara di pelvis renalis.
3.    Pelvis renalis (rongga ginjal), Pada rongga ginjal bermuara pembuluh pengumpul. Rongga ginjal dihubungkan oleh ureter ke kandung kemih yang berfungsi untuk tempat penampungan sementara urin sebelum keluar tubuh. Urin yang akan keluar dari kandung kemih melewati saluran yaitu uretra.
Proses pembentukan urin di ginjal yaitu
1.        Filtrasi
Terjadinya filtrasi di glumerolus, zat yang dihasilkan disebut filtrat glumeroli. Zat tersebut kemudian masuk ke simpai bowman. Didalam glomerulus, sel-sel darah, trombosit, dan sebagian besar protein plasma disaring dan diikat agar tidak ikut dikeluarkan.
Dari proses ini menghasilkan urin primer yang mengandung glukosa, garam, natrium, kalium, dan asam amino.
2.        Reabsorpsi
       Merupakan penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna yang terjadi di tubulus renalis. Zat penting yang direabsorpsi kembali adalah protein, asam amino, glukosa, dan vitamin.
3.        Augmentasi
Merupakan pengumpulan zat yang tidak berguna utnuk dikeluarkan dari tubuh dan terjadi di tubulus kontortus distal. Urin yang terbentuk akan disimpan sementara di kantung kemih dan selanjutnya dibuang melalui uretra.

2.    Kulit

Fungsi kulit :
·         Melindungi tubuh terhadap kerusakan fisik
·         Menerima rangsangan dari luar
·         Mengatur suhu tubuh dan menjaga pengeluaran air
·         Sebagai alat ekskresi yang mengeluarkan zat sisa berupa keringat

Kulit terdiri atas:
1) Lapisan luar (epidermis), terdiri atas 4 lapisan, yaitu:
a)  Stratum korneum atau lapisan zat tanduk merupakan lapisan sel mati yang selalu mengelupas.
b)  Stratum lusidum, merupakan lapisan tidak berpigmen dan tidak berinti.
c)  Stratum granulosum, merupakan lapisan berpigmen.
d)  Stratum germinativum, merupakan lapisan pembentuk sel-sel baru.
2) Lapisan dalam (dermis), terdiri atas:
a)  Akar rambut
b)  Kelenjar keringat (glandula sudorifera)
c)  Kelenjar minyak (glandula sebasea)
d)  Pembuluh darah
e)  Saraf

       Kelenjar keringat tersebar luas pada sebagian besar permukaan tubuh. Pengeluaran keringat berada di bawah pusat pengatur suhu yaitu hipotalamus. Aktivitas kelenjar keringat juga dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan. Ketika suhu meningkat (panas), kelenjar keringat menjadi aktifdan pembuluh darah melebar sehingga aliran darah lebih banyak. Meningkatnya aktivitas kelenjar keringat menyebabkan keluarnya keringat dari kulit dengan cara penguapan sehingga menurunkan suhu sehingga mengurangi rasa panas dari lingkungan.

3.     Paru-paru
       Sebagai alat ekskresi, paru-paru mengeluarkan air dan CO2. Sisa metabolisme aan diangkut oleh darah menuju ke paru-paru untuk dibuang. Prosesnya yaitu dengan berdifusinya CO2 dari sel ke dalam darah kemudian masuk ke alveolus. CO2 akan dikeluarkan melalui udara yang dihembuskan pada saat ekspirasi.

4.         HATI
       Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh berwarna merah tua yang terletak di bagian kanan atas rongga perut. Zat yang di keluarkan adalah zat warna empedu (bilirubin)yang ditampung dalam kantung empedu.  


SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN
1.     Sistem ekskresi pada mamalia
Sistem Ekskresi pada mamalia hampir sama dengan manusia tetapi sedikit berbeda karena mamalia dipengaruhi/disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya. Paru-paru mamalia mempunyai permukaan ber spon (spongy texture) dan dipenuhi liang epitelium dengan itu mempunyai luas permukaan per isi yang lebih luas berbanding luas permukaan paru-paru. Paru-paru manusia adalah contoh biasa bagi paru-paru jenis ini.
Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity), dilindungi oleh struktur bertulang tulang selangka dan diselaputi karung dwi dinding dikenali sebagai pleura. Lapisan karung dalam melekat pada permukaan luar paru-paru dan lapisan karung luar melekat pada dinding rongga dada. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenali sebagai rongga pleural yang berisi cecair pleural ini membenarkan lapisan luar dan dalam berselisih sesama sendiri, dan menghalang ia daripada terpisah dengan mudah.
Bernafas kebanyakannya dilakukan oleh diafragma di bawah, otot yang mengucup menyebabkan rongga di mana paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh mengembang dan mengucup sedikit.
Ini menyebabkan udara tetarik ke dalam dan keluar dari paru-paru melalui trakea dan salur bronkus (bronkhial tubes) yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil dikelilingi oleh kapilari yang dipenuhi darah. Di sini oksigen meresap masuk ke dalam darah, di mana oksigen akan d angkut melalui hemoglobin. Darah tanpa oksigen dari jantung memasuki paru-paru melalui pembuluh pulmonari dan lepas dioksigenkan, kembali ke jantung melalui salur pulmonari.
2.   Sistem ekskresi pada ikan
Ikan mempunyai system ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital.Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat dibelakang anus. Ginjal pada ikan yang hidup di air tawar dilengkapi sejumlah glomelurus yang jumlahnya lebih banyak. Sedangkan ikan yang hidup di air laut memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan lambat.
3.        Sistem ekskresi pada amfibi
Saluran ekskresi pada katak yaitu ginjal, paru-paru,dan kulit. Saluran ekskresi pada katak jantan & betina memiliki perbedaan, pada katak jantan saluran kelamin & saluran urin bersatu dengan ginjal, sedangkan pada katak betina kedua saluran itu terpisah. Walaupun begitu alat lainnya bermuara pada satu saluran dan lubang pengeluaran yang disebut kloaka.
4.        Sistem ekskresi pada reptil
Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih.
Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya.
SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN INVERTEBRATA
Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya.
Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium adalah tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata. Berikut ini akan dibahas sistem ekskresi pada cacing pipih (Planaria), cacing gilig (Annellida), dan belalang.
1.         Sistem Ekskresi pada Cacing Pipih
Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium. Protonefridium tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. Di dalam protonefridium terdapat sel api yang dilengkapi dengan silia.
Tiap sel api mempunyai beberapa flagela yang gerakannya seperti gerakan api lilin. Air dan beberapa zat sisa ditarik ke dalam sel api. Gerakan flagela juga berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi. Pada tempat tertentu, saluran bercabang menjadi pembuluh ekskresi yang terbuka sebagai lubang di permukaan tubuh (nefridiofora). Air dikeluarkan lewat lubang nefridiofora ini.
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Image/2-7a-1.jpg
   Gbr. Struktur alat ekskresi pada casing pipih
Sebagian besar sisa nitrogen tidak masuk dalam saluran ekskresi. Sisa nitrogen lewat dari sel ke sistem pencernaan dan diekskresikan lewat mulut. Beberapa zat sisa berdifusi secara langsung dari sel ke air.
2.   Sistem Ekskresi pada Anelida dan Molluska
Anelida dan molluska mempunyai organ nefridium yang disebut metanefridium. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida, setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium, kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir.
Metanefridium memiliki dua lubang. Lubang yang pertama berupa corong, disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom). Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya.
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Image/2-7a-2.jpg
Gbr. Sistem ekskresi pada anelida
Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua, disebut nefridiofor. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium, bahan-bahan yang berguna seperti air, molekul makanan, dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar.
Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi.  Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Zat sisa ada dua bentuk, yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik, yaitu ureum. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab, anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi.
3.    Alat Ekskresi pada Belalang
Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata.
Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara Pkonsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut.
Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses.
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Image/2-7a-3.jpg
Gbr. Sistem Ekskresi pada belalang

III.      Metode Pembelajaran
·         Metode      : Kooperatif, ceramah,
·         Model        : STAD, Gallery Walk, dan Problem Posing

IV.      Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-34
A.    Kegiatan Awal
1.      Memberi salam dan mengabsen siswa.
2.      Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa, pesawat terbang menghasilkan asap yang mengepul di udara sebagai hasil pembakaran. Sedangkan kita sebagai manusia apa saja bahan buangan yang dihasilkan oleh tubuh kita?
3.      Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran.

B.     Kegiatan Inti
1.      Guru menjelaskan materi tentang sistem ekskresi pada manusia dengan memperlihatkan charta tentang ginjal beserta alat peraga kulit.
2.      Guru membagi siswa dalam kelompok kooperatif.
3.      Guru meminta siswa dari perwakilan kelompok untuk mengambil undian untuk menentukan materi yang akan didiskusikan. Kemudian setiap kelompok dibagikan LKS.
4.      Guru meminta siswa mendiskusikan LKS yang telah dibagikan.
5.      Guru mengawasi dan membimbing selama kerja kelompok berlangsung.
6.      Guru meminta anggota kelompok untuk menjelaskan materi sesuai dengan undian yang didapat.
7.      Guru memberikan pertanyaan mengenai sistem ekskresi pada manusia.
8.      Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat nilai tertinggi.

C.    Kegiatan Akhir
                                    1.      Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran.
                                    2.      Guru memberikan tugas pada masing-masing peserta didik untuk mempelajari materi yang akan dibahas minggu depan.


Pertemuan Ke-35
A.    Kegiatan Awal
1.    Memberi salam dan mengabsen siswa.
2.    Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa apakah sama sistem ekskresi antara invertbrata dengan vertebrata?
                                     3.     Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran.

B.     Kegiatan Inti
1.    Guru memberikan pre-test tentang materi sebelumnya.
2.    Guru menjelaskan materi tentang sistem ekskresi pada hewan.
3.    Guru membagi siswa dalam kelompok kooperatif.
4.    Guru meminta siswa dari perwakilan kelompok untuk mengambil undian untuk menentukan materi yang akan didiskusikan.
5.    Guru mengkondisikan siswa dalam bentuk stand dimana setiap stand akan menampilkan atau menempelkan hasil karyanya pada dinding.
6.    Kelompok yang lain akan berkunjung ke tempat masing-masing stand untuk memberi komentar atau pertanyaan.
7.    Guru mengawasi dan membimbing selama proses pembelajaran.
8.    Guru meminta anggota kelompok untuk menjelaskan materi yang mereka tampilkan.
9.    Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat nilai tertinggi.

C.    Kegiatan Akhir
1.    Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran.

Pertemuan Ke-36
A.    Kegiatan Awal
1.    Memberi salam dan mengabsen siswa.
2.    Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa mengapa kita tidak diperbolehkan menahan keinginan untuk buang air kecil? Siswa diminta mengemukakan pendapatnya masing-masing.
3.    Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran.

B.     Kegiatan Inti
1.    Guru menyampaikan materi tentang gangguan/penyakit pada alat ekskresi manusia.
2.    Siswa diminta untuk menyusun/membentuk soal tentang sistem ekskresi pada manusia dan hewan beserta gangguannya.
3.     Guru meminta siswa untuk mendiskusikan soal yang disusun dengan temannya.
4.    Guru membahas jawaban soal yang disusun/dibentuk oleh siswa.



C.    Kegiatan Akhir
1.      Guru meminta siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas.


V.        Sumber/Bahan Pembelajaran
·            Alat                      : - Gambar (charta) tentang sistem ekskresi manusia
-   Alat peraga kulit dan ginjal
·            Bahan                  : - Buku Paket Biologi Kelas XI, D.A Pratiwi, dkk.
-   Buku Biologi Jilid XI, Dyah Aryulina, dkk.


VI.       Penilaian
·         Jenis Penilaian                 : Tugas individu dan tugas kelompok
·         Bentuk Instrumen            : Tes tertulis
·         Contoh Instrumen           :

A.      Pilihan Ganda
I.          Pilihlah satu jawaban yang tepat.
1.         Urutan yang benar mengenai proses pengeluaran urin adalah….
a.    Filtrasi- dehidrasi- agmentasi
b.    Filtrasi- sekresi- augmentasi
c.    Filtrasi- reabsorpsi- dehidrasi
d.   Filtrasi- reabsorpsi- augmentasi
e.    Filtrasi- sekresi- augmentasi
2.         Jika kandungan air dalam darah rendah, maka kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon….
a.     Progesteron                                         d. ADH
b.    LH                                                       e. Adrenalin
c.     FSH
3.         Dari hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa urin pak udin mengandung glukosa. Hal ini menunjukkan adanya kelainan fungsi ginjal pada proses….
a.     Defekasi                                              d. Filtrasi
b.    Sekresi                                                 e. Reabsorpsi
c.     Augmentasi
4.         Fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah . . . .
a.     mengeluarkan empedu
b.    merombak sel darah merah
c.     mengubah gula menjadi glikogen
d.    mengubah glikogen menjadi gula
e.     mengubah provitamin A menjadi vitamin A
5.         Berikut adalah beberapa dari kulit manusia.
1. Stratum korneum
2. Akar rambut
3. Stratum lusidum
4. Kelenjar keringat
5. Stratum germinativum
      Yang merupakan bagian dari epidermis adalah . . . .
a. 1 - 2 – 3                                    d. 3 – 4 - 5
b. 2 - 3 – 4                                    e. 2 – 4 - 5
c. 1 - 3 - 5
6.         Yang menyebabkan urine berwarna kekuningan adalah zat . ..
a.     Biliverdin                                            d. histamin
b.    Bilirubin                                              e. hemoglobin
c.     Urobilin
7.         Diabetes mellitus dapat terjadi karena kegagalan . . . .
a.     glomerulus mengadakan filtrasi
b.    hati menghasilkan enzim amilase
c.     pankreas memproduksi insulin
d.    pankreas memproduksi enzim amilase
e.     kelebihan ADH di dalam darah
8.         Pengeluaran keringat oleh tubuh kita dipengaruhi oleh faktor-faktor
berikut ini, kecuali . . . .
a.    suhu lingkungan                                  d. umur dan jenis kelamin
b.    aktivitas tubuh                                     e. rangsangan saraf simpatik
c.    guncangan emosi
9.         Kekurangan hormon antidiuretik menimbulkan penyakit…..
a.     Diabetes mellitus                                             d. nefritis
b.    Diabetes insipidus                                           e. uremia
c.     Albuminuria
10.          Hasil ekskresi utama insekta adalah….
a.     Urea                                        d. CO2
b.    Asam urat                                e. nitrat
c.     amonia


B.            Essay
1.        Mengapa adanya protein di dalam urin merupakan pertanda bahwa ada yang salah pada ginjal ?
2.        Mengapa tes urin dapat digunakan untuk mengetahui apakah seseorang memakai narkoba atau tidak ?
3.        Dihari yang panas, kita sering melihat anjing terengah-engah dan menjulurkan lidahnya. Jelaskan perilaku itu hubungannya dengan sistem ekskresi ?
4.        Mengapa saat udara dingin kita sering buang air kecil ?
5.        Mengapa kerbau suka berkubang dilumpur ? Jelaskan perilaku ini hubungannya dengan sistem ekskresi!




Kunci Jawaban :
A.    Pilihan Ganda
1.         D                                 6.   C
2.         D                                 7.   C
3.         E                                  8.   E
4.         A                                 9.   B
5.         C                                 10. B

B.     Essay
1.      Karena jika ditemukan protein berarti ada gangguan pada saat reabsorpsi zat-zat yang masih berguna oleh tubuh. Jika sampai ditemukan protein dalam urin menandakan penderita tersebut mengidap penyakit albuminuria.
2.      Karena di ginjal terjadi proses penyaringan darah. Jadi semua zat baik itu obat-obatan atau bahan lainnya yang terkandung dalam darah akan mengalami proses penyaringan yang berakhir pada pengeluran urin oleh ginjal melalui uretra atau zat-zat yang tidak diperlukan lagi (zat buangan) akan dikeluarkan lewat urin, sehingga tes urin dapat dijadikan indicator untuk mengetahui ada tidaknya seseorang memakai narkoba.
3.      Karena anjing memiliki kulit yang tidak bagus untuk proses pengeluaran keringat sehingga dengan menjulurkan lidah, anjing dapat melepaskan panas tubuhnya ke lingkungan.
4.      Saat udara dingin kita pasti sering buang air kecil dikarenakan pori-pori kita tertutup dan adanya penyempitan pembuluh darahyang dipengaruhi oleh suhu yang rendah, keringat pun tidak keluar sehingga andungan air dalam darah tinggi. Hal ini mengakibatkan kita sering buang air kecil.
5.      Untuk menyeimbangkan suhu tubuh dengan suhu lingkungan, karena temperatur udara yang tinggi (panas).



Penghitungan nilai
Bentuk soal
Jumlah soal
Nomor soal
Skor maksimal
1.  Pilihan Ganda

10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
Jumlah
100
Bentuk soal
Jumlah soal
Nomor soal
Skor maksimal
1.  Essay

5
1
2
3
4
5
30
30
20
10
10

Jumlah
100


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar